BASTIAN ; Praktik ini diduga kuat menyalahi SOP dan Peraturan yang berlaku, serta merugikan masyarakat yang berhak mendapatkan BBM bersubsidi.
Tanjung Redeb – Dugaan Konspirasi Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Bujangga diduga ada keterlibatan konspirasi penyelewengan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dengan pengetap.
Praktik ini diduga kuat menyalahi SOP dan peraturan yang berlaku, serta merugikan masyarakat yang berhak mendapatkan BBM bersubsidi.
Situasi saat ini tidak boleh dibiarkan, pemerintah dan penegak hukum semestinya bertindak, agar kebutuhan masyrakan dapat terpenuhi jangan sampai terjadi kelangkaan BBM yg akan berdampak pada aktifitas ekonomi di berau, apalagi pemerintah pusat telah mewarning untuk penggunaan BBM dengan efesienasi di tengah perang global yg terjadi yg nantinya berdampak pada kenaikan harga BBM
Jika perlu eksekutif dan legislatif semua SPBU segera di sidak dan dirapikan agar antrian panjang tidak terjadi agar dapat menjamin kebutuhan masyarakat secara baik
Sebagai catatan Modus Operandi yang sering terjadi di terjadi dilapangan,
– Adanya pemanfaatan Balcode yang tidak sesuai dengan fisik kendaraan ( mobil) , ini dapat menimbulkan kecemburuan sosial nantinya.
– Manipulasi volume BBM, di mana BBM yang keluar dari depot tercatat sesuai kuota, tetapi jumlahnya berkurang saat sampai di tujuan.
– Pengalihan BBM ke jalur ilegal, di mana BBM yang seharusnya masuk ke distribusi resmi dialihkan ke pihak lain dengan harga lebih tinggi .
ini akan berdampak pada Kelangkaan BBM bersubsidi dan antrean panjang di SPBU ,Hal ini dapat menimbulkan Kerugian Negara dan masyarakat luas.

Ketua GM FKPPI Kalimantan Timur ” BASTIAN ,red” yang dihubungi via selularnya,Angkat Vokal, Agar “pemkab bersama aparat kepolisian mengambil langkah langkah pengamanan dan bertindak sesuai prosedur yang berlaku .ungkap Bastian.
– Pemerintah dan aparat hukum diminta untuk menginvestigasi dan menindak tegas pelaku penyelewengan BBM bersubsidi.
– Masyarakat diminta untuk melaporkkan dugaan penyelewengan BBM bersubsidi ke pihak berwenang.
Sampai berita ini diturunkan pihak management SPBU Bujangga belum memberikan klarifikasi dan konfirmasi. (tim)

















