Maria : Pameran angkat 31 karya, refleksi ritme hidup pasca pandemi
TANGERANG SELATAN, 25 Mei 2026 – Lima pelukis Indonesia berkolaborasi menggelar pameran seni rupa “Ritmis Hayati” di T-Space Bintaro, Tangerang Selatan. Pameran berlangsung 30 Mei – 29 Juni 2026 dan menampilkan 31 karya dari Agoes Noor, Gogor Purwoko, Ireng Halimun, Nurdin Yusup, dan Yogi Wistyo.
Koordinator pameran Ireng Halimun mengatakan, pameran ini muncul di tengah kebangkitan seni lukis pasca Covid-19. “Ada pelukis yang bergerak untuk aktualisasi diri, ada juga yang baru menapaki pencarian jati diri. Sikap afeksi dan orientasi profesional sama-sama bernilai positif memajukan seni budaya sesuai UU No 5/2017 tentang Pemajuan Kebudayaan,” ujar Ireng, Senin [25/5].

KuratorFrigidanto Agung menambahkan, karya dalam “Ritmis Hayati” menekankan tatanan estetika yang dibangun seniman selama berkarier. “Bentuk yang dilukis punya maksud, warna mengisi bentuk, garis memberi batasan. Ini ajakan melihat kedalaman jiwa lewat jejak hidup yang direkam dalam lukisan,” kata Frigidanto.
Peresmian oleh eks Komisioner KPK
Pameran diresmikan Thony Saut Situmorang, Komisioner KPK 2015-2019. Dalam sambutannya, Saut menegaskan seni mengembalikan manusia pada rasa dan kemanusiaan. “Kehidupan bukan sekadar angka karbon atau grafik suhu IPCC. Seni mengingatkan kita pada kesadaran dan kemanusiaan,” tegas Saut.
Ia juga menyebut karya para perupa mengajak pengunjung melihat ritme kehidupan yang tidak boleh dibiarkan pecah. “Harmoni hayati harus dijaga. Indonesia dari Sabang sampai Merauke adalah fondasi masa depan, bukan sekadar warisan,” lanjut Saut.
Profil singkat 5 perupa
– Agoes Noor, Bogor : Aktif pameran sejak 2000, tergabung Paguyuban Pelukis Blok M.
– Gogor Purwoko , Lumajang: Finalis UOB Painting of the Year 2016, 5x pameran tunggal.
– Ireng Halimun, Jakarta:Ketua Sanggar S2R2, pameran tunggal terakhir 2022 di Balai Budaya.
– Nurdin Yusup ; Aktif pameran bersama sejak 2019.
– Yogi Wistyo , Klaten: Jurnalis media nasional, tema karya refleksi sosial.
Business Development T-Space Jessica Qezyvin menyebut ruang pamer ini dibuka untuk mewadahi seniman dan publik antusias seni. T-Space berdiri 2023 atas inisiasi dr. Tompi.(tim)





