TARAKAN – Tentara Nasional Indonesia (TNI) melalui Komando Daerah Militer (Kodam) VI Mulawarman memberikan perhatian khusus bagi putra-putri suku Dayak dalam proses rekrutmen prajurit baru di wilayah Kalimantan Utara (Kaltara). Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari strategi penguatan keamanan wilayah perbatasan yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat lokal.
Dalam seleksi kali ini, calon prajurit dari etnis Dayak diberikan sejumlah dispensasi atau kelonggaran syarat administratif dan fisik. Di antaranya, batas minimal tinggi badan diturunkan menjadi 160 cm dari standar umum yang biasanya lebih tinggi. Selain itu, batas usia maksimal diperlonggar hingga 26 tahun.
Aspek yang paling menonjol adalah pertimbangan terhadap tato adat (tattoo tradisional). Berbeda dengan regulasi umum TNI yang melarang anggota memiliki tato, dalam skema rekrutmen khusus ini, tato yang merupakan bagian dari identitas budaya dan adat istiadat suku Dayak tidak menjadi halangan mutlak, selama tidak mengandung unsur radikalisme atau simbol terlarang.
Meski mendapatkan dispensasi, para calon tetap wajib mengikuti serangkaian tes kesehatan jasmani dan rohani, serta uji kemampuan dasar militer secara ketat.
Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa kualitas tempur dan disiplin prajurit tetap terjaga sesuai standar Angkatan Darat.Seorang perwakilan panitia seleksi menyatakan bahwa langkah ini dimaksudkan untuk membangun rasa memiliki (sense of belonging) masyarakat lokal terhadap institusi TNI, sekaligus memanfaatkan kearifan lokal dan pengetahuan medan dari putra daerah dalam menjaga kedaulatan negara di garis depan.
Kebijakan ini mendapat respons beragam dari masyarakat, namun mayoritas tokoh adat Dayak menyambut positif langkah inklusif tersebut sebagai bentuk penghargaan negara terhadap keberagaman budaya . (tim)
Catatan Redaksi: Sebagai media yang netral, kami membuka ruang hak jawab bagi semua pihak yang berkepentingan dengan pemberitaan ini sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.
Analisis : Apakah Kebijakan Ini Tepat ?
Menurut pandangan analitis yang menyeimbangkan aspek hukum, sosiologis, dan strategis militer, kebijakan ini dapat dinilai tepat dan strategis, dengan beberapa catatan penting:
1. Alasan Mendukung (Pro):
* Keunggulan Lokal (Local Wisdom): Putra daerah, khususnya suku Dayak, memiliki keunggulan komparatif berupa penguasaan medan hutan, iklim tropis, dan bahasa lokal. Dalam operasi pengamanan perbatasan yang sering terjadi di area terpencil, kemampuan ini sangat vital dan sulit digantikan oleh prajurit dari luar daerah.
* Inklusivitas dan Integrasi Nasional: Memberikan dispensasi untuk tato adat adalah bentuk penghormatan negara terhadap keberagaman budaya (Bhinneka Tunggal Ika). Ini membantu menghapus stigma bahwa TNI anti-budaya tertentu, sehingga meningkatkan kepercayaan masyarakat lokal terhadap institusi militer.
* Stabilitas Keamanan: Dengan merekrut warga lokal, TNI membangun “human intelligence” alami. Masyarakat akan lebih kooperatif karena melihat saudara mereka sendiri menjadi bagian dari aparat keamanan.2. Tantangan dan Catatan (Kontra/Pertimbangan):
* Standar Profesionalisme Militer: Dispensasi fisik (tinggi badan) harus dipastikan tidak mengganggu kemampuan operasional dasar (seperti penggunaan alat berat atau senjata standar). Namun, tinggi 160 cm masih dalam batas wajar untuk banyak tugas infanteri ringan.
* Disiplin dan Regulasi Tato: Perlu adanya batasan yang sangat jelas mengenai jenis tato adat yang diizinkan. Tato tidak boleh menutupi wajah atau mengandung pesan politik/radikal. Sosialisasi aturan ini harus tegas agar tidak terjadi penyalahgunaan interpretasi “adat”.
* Meritokrasi: Meskipun ada dispensasi administratif, tes kompetensi dan mentalitas harus tetap ketat. Jangan sampai kebijakan ini dianggap sebagai “jalan pintas” tanpa kualitas, melainkan sebagai “jalur afirmasi” bagi kelompok yang sebelumnya termarjinalkan secara administratif.Kesimpulan:
Kebijakan ini tepat sebagai langkah afirmatif dan strategis untuk memperkuat pertahanan negara di wilayah perbatasan melalui pendekatan humanis dan kultural. Selama standar integritas, loyalitas, dan kemampuan dasar tempur tetap dijaga melalui tes yang rigor, kebijakan ini akan menguntungkan baik bagi TNI maupun persatuan bangsa. (red)
Beranda
TNI /POLRI
Dispensasi Tinggi Badan dan Tato Adat Diberikan TNI Buka Jalur Khusus Rekrutmen Putra Dayak d Kaltara
Dispensasi Tinggi Badan dan Tato Adat Diberikan TNI Buka Jalur Khusus Rekrutmen Putra Dayak d Kaltara

Rekomendasi untuk kamu

JAKARTA – Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Dr. Andry Wibowo, S.I.K., M.H., M.Si., resmi mengemban…

JAKARTA – Kepolisian RI resmi membuka Desk Ketenagakerjaan sebagai wadah terpadu pelayanan dan penegakan hukum…








