JAKARTA – Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Dr. Andry Wibowo, S.I.K., M.H., M.Si., resmi mengemban amanah baru sebagai Analis Kebijakan Utama Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan (Jianbang) Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri sejak Mei 2025. Mutasi ini menandai babak baru bagi perwira tinggi lulusan Akpol 1993 yang dikenal memiliki rekam jejak panjang di bidang reserse, intelijen, serta resolusi konflik bernuansa SARA.
Sebelumnya, Andry Wibowo menjabat sebagai Staf Ahli Ideologi dan Konstitusi Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam) RI sejak Maret 2023. Pria kelahiran Yogyakarta, 12 Juni 1971, ini telah menyandang bintang satu sebagai perwira tinggi Polri sejak 30 Maret 2023.
Rekam Jejak Reserse dan Intelijen
Karier Andry Wibowo di kepolisian dibangun dari pengalaman lapangan yang kompleks. Ia memulai kariernya dengan menangani kasus-kasus kriminal berat di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Saat berpangkat Kompol, ia memimpin Polsek Koja, Jakarta Utara, sebelum dipromosikan menjadi Kasat Reskrim Polres Jakarta Utara. Di sana, ia berhasil mengungkap kasus kejahatan tingkat tinggi yang melibatkan seorang artis terkenal di kawasan Pondok Putri Duyung, Ancol, dengan menerapkan metode crime scientific investigation.
Keberhasilan tersebut membawanya ke Polres Jakarta Barat sebagai Kasat Reskrim. Tantangan terbesar di wilayah ini adalah penanganan kejahatan jalanan dan ekonomi. Prestasinya yang paling menonjol adalah memimpin operasi penangkapan Hercules Rosario, pentolan preman yang ditakuti, beserta 120 anggotanya dalam kasus sengketa lahan di Cengkareng. Operasi ini dilakukan atas perintah langsung Kapolres Jakarta Barat saat itu, Kombes Pol Edward Syah Pernong.
Selain kemampuan reserse, Andry juga memiliki keahlian khusus dalam manajemen konflik sosial. Pada tahun 1999, ia berhasil meredam konflik Perang Antar Suku Kaili Daa dan Bugis Makassar di Pasar Inpres Palu menggunakan strategi intelijen yang efektif. Pengalaman serupa juga ia dapatkan saat bertugas sebagai Juru Damai dalam Operasi Pemulihan Keamanan di Aceh (2002-2003) dan Poso (2011-2012).
Doktor Ilmu Kepolisian Cum Laude
Andry Wibowo merupakan sosok polri yang terus menempuh pendidikan formal. Ia lulus dari PTIK pada 1999, Sespimmen (2011), dan Sespimti (2019). Pencapaian akademisnya memuncak pada Juni 2018 ketika ia meraih gelar Doktor (S3) Ilmu Kepolisian dari Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) dengan predikat Cum Laude. Disertasinya mengangkat tema sensitif namun relevan, yaitu konflik antarsuporter Persib Bandung dan Persija Jakarta. Saat ini, ia juga sedang menempuh studi S3 Riset Kajian Strategi Global di Universitas Indonesia (2024).
Pengalaman Internasional dan Strategis
Wawasan global Andry Wibowo terbentuk melalui berbagai penugasan luar negeri, termasuk sebagai anggota Kontingen Garuda XIV-12 dalam misi perdamaian PBB di Bosnia Herzegovina (1998-1999). Ia juga pernah mengikuti pelatihan di Italia (Coespu & FPU Brimob), Australia (HAKI), Kanada (Intelijen), Jepang (Community Policing), dan Thailand (ILEA).
Di level strategis nasional, Andry pernah menjabat sebagai Kepala BIN Daerah Istimewa Yogyakarta pada 2021, sebelum akhirnya ditarik ke Kemenko Polhukam. Dengan kombinasi pengalaman operasional di lapangan, kapasitas akademis, dan wawasan keamanan nasional, kehadiran Irjen Pol Dr. Andry Wibowo di Bidang Jianbang Lemdiklat Polri diharapkan dapat membawa inovasi dalam pengembangan kurikulum dan pelatihan SDM Polri ke depan.
Riwayat Jabatan Penting:
* Pamapta III Polres Kupang, Polda NTT (1994)
* Kapolsek Metro Koja (2002)
* Kasat Reskrim Polres Jakut & Jakbar (2006)
* Kapolres Bengkalis, Polda Riau (2013)
* Dirreskrimsus Polda Sulselbar (2016)
* Kapolres Metro Jaktim (2017)
* Kabinda DIY (2021)
* Staf Ahli Ideologi dan Konstitusi Kemenko Polhukam (2023)
* Analis Kebijakan Utama Bidang Jianbang Lemdiklat Polri (2025-Sekarang). (tim)









