Donny Andretti ; Bukti Transfer Palsu dan Tidak Masuk Kerekening
Semarang ,– DPP Feradi WPI melalui Ketua Panitia PKPA UPA Eko Affandy, SE, C.PFW, C.MDF, C.JKJ , melaporkan dugaan tindak pidana penipuan online ke Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Tengah, Selasa (2/6). Laporan didampingi Ketua Umum Feradi WPI sekaligus pimpinan Feradi WPI–Subur Jaya Lawfirm, Adv. Donny Andretti, S.H., S.Kom., M.Kom.
Laporan ini terkait ulah oknum yang diduga mendaftar Pendidikan Khusus Profesi Advokat dan Ujian Profesi Advokat – Feradi WPI. Modusnya, mengirim bukti transfer palsu senilai Rp10 juta untuk biaya PKPA 2 peserta.
” Kronologi bermula 26 Mei 2026
Eko Affandy yang juga Kadiv Pendidikan dan Kerjasama Universitas DPP Feradi WPI, menerima bukti transfer dari oknum pendaftar. Pada 1 Juni 2026 ” . oknum tersebut meminta pengembalian dana Rp5 juta untuk 1 peserta dengan alasan ayahnya dirawat di rumah sakit. Keesokan harinya, 2 Juni 2026, ia kembali meminta dana ditransfer ke rekening yang disebut miliknya.
“Sejujurnya saya sempat curiga. Saat diminta video call, oknum itu tidak merespons,” ujar Eko Affandy saat dikonfirmasi.
Bukti transfer tak masuk rekening organisasi
Eko, kemudian melaporkan hal itu ke Ketua Umum Feradi WPI, Adv. Donny Andretti. Atas inisiatif Donny, buku tabungan rekening organisasi dicetak ke bank. Hasilnya, tidak ditemukan setoran masuk Rp10 juta dari oknum tersebut.
“Setelah dicek mutasi, tidak ada transfer masuk. Patut diduga ada _mens rea_, niat jahat melakukan penipuan online dengan menggunakan bukti transfer fiktif,” kata Donny Andretti.
Laporan resmi ke Ditresiber Polda Jateng Atas temuan itu, Eko Affandy didampingi Adv. Donny Andretti menyampaikan laporan resmi ke Direktur Reserse Siber Polda Jateng, Kombes Pol Himawan Sutanto Saragih, S.H., S.I.K., S.T., M.H.
“Tujuannya menggagalkan tindak pidana penipuan online dan memberi efek jera agar tidak terulang. Puji Tuhan, Ditresiber menerima laporan kami dengan baik,” tegas Donny.
Pihak Ditresiber Polda Jateng menyatakan akan mempelajari berkas dan menjadwalkan pemanggilan untuk klarifikasi lebih lanjut.
Donny juga mengingatkan peserta PKPA dan masyarakat agar lebih waspada terhadap transaksi online. “Ini pembelajaran agar tidak mudah percaya dan selalu cek mutasi rekening sebelum konfirmasi pembayaran,” katanya.
Feradi WPI menegaskan komitmen menindak tegas segala bentuk kecurangan dalam proses pendidikan profesi advokat. Slogan “Feradi WPI Jaya” ditutup dalam keterangan resmi.
Catatan Redaksi
Sebagai media netral, redaksi membuka ruang hak jawab bagi pihak-pihak terkait sesuai UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Konfirmasi dapat disampaikan ke Redaksi. (tim)

















