FERADI WPI Lahir dari Liku Hidup Dan Mukjizat

IMG 20260531 WA0048
banner 120x600
banner 468x60

Donny Andretti ; Gerakan Hukum Baru Berbasis Cinta Bangsa

SEMARANG , – Sebuah Gerakan baru di dunia hukum dan keadilan lahir sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat akan pendampingan hukum yang kuat, bersih, dan berlandaskan nilai luhur kebangsaan. Bernama FERADI WPI, 31/mei /2026.

Gerakan ini menghimpun kolaborasi lintas profesi antara paralegal, advokat, wartawan, dan mediator yang disatukan oleh satu semangat: cinta kepada Bangsa Indonesia.

Berbeda dengan lembaga bantuan hukum konvensional, FERADI WPI hadir dengan pendekatan unik yang tidak hanya mengutamakan keahlian hukum, tetapi juga fondasi spiritual dan karakter anggotanya. Dalam setiap langkahnya, gerakan ini dijiwai oleh nilai-nilai dasar yang rutin diajarkan kepada seluruh anggotanya, dikenal sebagai Didikan FERADI WPI, yaitu :

1. Hidup Mati Tergantung Tuhan
2. Andalkan Tuhan dalam Menangani Perkara
3. Rajawali Terbangnya Sendiri, Emprit Terbangnya Gerombolan
4. Penakut Akan Menjadi Pemberani Ketika Mengijinkan Didikan FERADI WPI Merasukinya

Dalam pertemuan yang digelar Minggu (31/5/2026), Ketua Umum FERADI WPI, Adv. Donny Andretti, S.H., S.Kom., M.Kom., C.Md., C.PFW., C.MDF., C.JKJ., C.FTAX., membagikan kisah perjalanan hidup penuh liku, perjuangan, dan mukjizat yang membentuk dirinya hingga dipercaya memimpin organisasi ini.

Donny Andretti bukanlah sosok yang lahir dalam kemudahan. Ia mengaku pernah melewati fase tergelap dalam hidupnya. Pada tahun 2024, ia kehilangan seluruh harta benda, mulai dari rumah, ruko, hingga aset-aset lainnya. Saat itu, saldo tabungan dan uang di dompetnya sama-sama bernilai nol rupiah. Hidupnya berpindah dari satu tempat kos ke tempat kos lainnya, nyaris menjadi gelandangan jika tidak selalu dipelihara oleh “Pusat” atau Tuhan Yang Maha Esa.

Penderitaannya tak hanya materi. Ia juga mengalami depresi berat dan gangguan kesehatan mental selama 1,5 tahun, hingga tidak mampu bekerja sama sekali. Ada masa di mana ia tidak bisa tidur selama satu bulan penuh, meski sudah mencoba berbagai cara pengobatan. Ia akhirnya hanya bisa terlelap setelah mengonsumsi lima butir obat racikan dokter spesialis jiwa setiap malam.

Namun, titik balik kehidupan Donny terjadi lewat sebuah kesembuhan mukjizat. Secara instan dan sekejap mata, ia disembuhkan dari sakit mental dan terlepas total dari ketergantungan obat tidur. Peristiwa inilah yang menjadi titik tolak, hingga akhirnya ia diangkat oleh “Pusat” untuk memimpin FERADI WPI.

Di bawah kepemimpinannya dan atas kehendak Tuhan, lahirlah berbagai entitas pendukung yang kini berdiri tegak, antara lain: FIRMA HUKUM SUBUR JAYA & REKAN, KAWAN JARI, portal berita www.kawanjarinews.com, PT. Kawan Jari Grup, PMBI, FERADI MEDIATORE, FERADI OFFICIUM NOBILE, hingga FERADI TAX CONSULTANT.

“Saya dipertemukan dengan orang-orang pilihan dan hebat, yaitu kalian semua. Inilah yang disebut divine connection, pertemuan yang diatur Tuhan. Kalianlah yang kini memperkuat seluruh organisasi ini,” ujar Donny dengan penuh haru.

Ia juga mengenang masa-masa awal perjuangan organisasi. Dulu, dirinya pernah dipermalukan di hadapan forum nasional, dituduh memimpin organisasi yang tidak jelas arah tujuannya, bahkan diragukan kemampuannya untuk menyelenggarakan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA), Ujian Profesi Advokat (UPA), serta upacara Penyumpahan Advokat. Namun, berkat pembelaan dan izin Tuhan, segala keraguan dan fitnah itu kini telah terpatahkan. Faktanya, hari ini FERADI WPI telah sukses melaksanakan PKPA, UPA, dan Penyumpahan Advokat dengan baik dan diakui.

Menutup sesi, Ketum FERADI WPI menyampaikan lima pesan emas atau wejangan hidup yang wajib dipegang teguh oleh seluruh anggotanya, sebagai pedoman dalam bermasyarakat, berprofesi, dan bernegara :

1. Miliki Sikap Hati Yang Benar. Dalam menghadapi masalah, bekerja, maupun menjalani profesi, senantiasa andalkan Tuhan. Jangan pernah bergantung pada kekuatan diri sendiri, kenalan, jabatan, pengalaman masa lalu, maupun harta kekayaan. Jangan takut pada intimidasi manusia, percayalah skenario hidup ada di tangan Sang Pencipta. Segala keberhasilan hanyalah pemberian-Nya. “Sikap Hati Yang Senantiasa Mengandalkan TUHAN.”
2. Jaga Orang Tua Kita. Hormati, cintai, sayangi, dan muliakan orang tua. Luangkanlah waktu untuk bersama mereka.
3. Hukum Tabur Tuai. Hukum itu sama dengan hukum gravitasi: apa yang dilempar ke atas pasti jatuh ke bawah. Demikian pula hidup ini, semua yang kita tabur, itulah yang akan kita tuai. Dari setiap rezeki yang diterima, sisihkan sebagian untuk disumbangkan kepada sesama yang membutuhkan.
4. Setia dengan Pasangan. Pernikahan adalah sebuah komitmen dan keputusan yang harus ditegakkan, meskipun hal itu tidak selalu mudah.
5. Cintai Bangsa Ini. Selalu pikirkan dan lakukan hal-hal yang baik, bermanfaat, dan membawa kemajuan bagi Indonesia tercinta.

Dengan fondasi spiritual yang kokoh, semangat kolaborasi, dan cinta tanah air, FERADI WPI kini melangkah tegap menjadi harapan baru dalam penegakan hukum dan keadilan di Indonesia. (tim)

Reporter : Tim Redaksi
Sumber: Pernyataan Resmi & Wejangan Ketum FERADI WPI, Adv. Donny Andretti, S.H., S.Kom., M.Kom., C.Md., C.PFW., C.MDF., C.JKJ., C.FTAX.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *